UNS dan Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bersama

Home / Pendidikan / UNS dan Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bersama
UNS dan Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bersama Sejumlah tim pengabdi dari UNS dan UPY saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah Wijirejo, Pandak, Bantul. (FOTO: Fitri Susilowati for TIMES Indonesia)

TIMESKLATEN, YOGYAKARTA – Situasi pandemi Covid-19 hingga saat ini tak menyurutkan semangat tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan di wilayah Wijirejo, Pandak, Bantul, di mana mereka menggandeng mitra khususnya pada UKM Batik Wongso. Dalam kesempatan ini, tim pengabdi diketuai secara langsung oleh Prof Rahmawati M Si AK.

Kemudian, pengabdian masyarakat ini juga beranggotakan diantaranya Dr Ari Kuncoro Widagdo, Dr Sarah Rum Handayani, Dr Sri Wahyu Agustiningsih, Fitri Susilowati M Sc, Sri Murni M Si, Ir Warseno M Si, Djoko Karyono MM dan Siti Nurlaela M Si.

Kegiatan yang dilakukan oleh mereka tersebut merupakan kegiatan dengan menggunakan Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNS tahun anggaran 2020. Menurut Wakil Dekan Bidang 2 Fakultas Bisnis UPY, Fitri Susilowati M Si, kegiatan ini diawali dengan pemberian materi dan pendampingan manajemen usaha termasuk di dalamnya adalah pengelolaan keuangan UKM.

Fitri berharap dengan pelatihan dan pendampingan tersebut dapat meningkatkan kapasitas mitra dalam menjalankan usahanya apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Pihaknya pun menambahkan pada tahun pertama, tim fokus pada pengembangan batik dengan penggunaan warna alam di campur bubuk tulang sapi.

“Pada tahun kedua ini, fokus pada pengembangan diversifikasi produk dengan pelatihan dan pendampingan ecoprint,” kata Fitri dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (30/6/2020).

Fitri menyebutkan, inovasi penggunaan warna alam di campur bubuk tulang sapi dan ecoprint tersebut tentunya dapat menjadi keunggulan batik dan diversifikasi produk di Kecamatan Pandak.

Inovasi penggunaan warna alam yang ramah lingkungan akan meningkatkan daya saing produk batik dan ecoprint baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Menurutnya, pengembangan keunggulan produk batik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat menjadikan produk batik dan ekocprint menjadi komoditas ekspor.

Dengan demikian, Fitri, Wakil Dekan Bidang 2 Fakultas Bisnis Universitas PGRI Yogyakarta beserta tim pengabdi lainnya yakin bahwa masyarakat akan mendapatkan edukasi tentang peran serta industri untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan guna menciptakan sustainable industry. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com