Indonesia Respon Larangan WHO Gunakan Klorokuin, Ini Keputusannya

Home / Berita / Indonesia Respon Larangan WHO Gunakan Klorokuin, Ini Keputusannya
Indonesia Respon Larangan WHO Gunakan Klorokuin, Ini Keputusannya Klorokuin menjadi salah satu obat yang selama ini digunakan untuk penderita Covid-19. (Foto: katadata)
Fokus Berita

TIMESKLATEN, JAKARTA – Beredarnya larangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penggunaan obat klorokuin kepada pasien Covid-19 mendapatkan respon dari pemerintah Indonesia. Pemerintah memilih menyetop sementara penggunaan klorokuin.

Hal tersebut disampaikan oleh ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers secara virtual pada Kamis (28/5/2020).

”Indonesia adalah bagian dari penerapan solidarity trial, oleh karena itu Indonesia mengikuti instruksi WHO untuk klorokuin," ungkapnya.

Bersama 45 negara lainnya, Indonesia merupakan riset gabungan yang diprakarsai oleh WHO untuk mengadakan pengujuan klinis terhadap empat metode pengobatan virus Corona. SARS-CoV-2, yaitu remdesivir, kombinasi lopinavir atau ritonavir, kombinasi lopinavir atau ritonavir ditambah interferon (beta-1b), dan hidroksiklorokuin.

"Selama ini diberikan untuk kelompok usia muda yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat ini tim medis menggunakan protokol pengujian yang sesuai dan memonitor dengan cermat," jelas Wiku.

WHO lantas mengumumkan penangguhan sementara penggunaan hidroksiklorokuin dalam program tersebut. Dalam dua pekan, WHO akan melaporkan hasil penilaian final mengenai obat tersebut untuk penanganan COVID-19.

WHO membeberkan alasan kenapa melarang menggunakan klorokuin. Setelah melalui riset bahwa pengunaan klorokuin memiliki risiki kesehatan bagi pasien Covid-19. 

Sebuah laporan dari uji klinis di Brasil pada April 2020 menyebutkan, penggunaan dosis tinggi klorokuin bersamaan dengan antibiotik azithromycin menimbulkan risiko gangguan irama detak jantung. Penelitian mereka pun bahkan harus dihentikan lebih awal karena 11 dari 81 pasien yang diteliti meninggal pada hari ke-6 jalannya riset.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com